Not just a matter of "in order to look". Serangkaian kata ini kupilih untuk mengekspresikan rasa syukur atas sekian alur hidup yg telah dan sedang kujalani ini, dan terasa terlalu asik. Rasa syukur pertama, aku hidup dengan orang tua yg sangat terbuka, sangat ingin anak2nya mengenyam pendidikan, yg tidak pernah marah2 untuk hal2 yg tidak perlu, rasional, penuh kasih sayang - tapi juga bukan tipe pemanja yg jadi bikin ketergantungan, dan dekat secara emosional. Bukan tipe yg materialis. Yg mengerti ttg substansi mendidik anak2nya. Kedua, aku bersyukur punya kakak2 yg baik. Mereka semua cowok, dan melek gender. Kakak2 yg sangat menyayangi adiknya, ya diriku ini.
Syukur berikutnya, adalah, ketika Tuhan dengan segala kemurahannya ngelancarin perjalanan sekolahku. Hmm, meski penuh liku, dan pasti tidak lepas dari berbagai rintangan, sekolahku selesai dengan baik. Dan lancar. Subhanallah.
Syukur berikutnya, adalah pekerjaan. Ya, meski bukan tipe pekerjaan top manager, executive, top university, top, top dan top yg lainnya, aku bersyukur banget kerja di tempat itu. Satu kata kunci: independensi! Tempat kerjaku berikan banyak kebebasan untukku berkreasi, dan melanjutkan sekolah. Problem, tentu saja ada. Tapi, tidak dalam posisi dipatronase oleh sistem, adalah sesuatu yg paling nglegain hatiku saat ini.
Dan, akhrirnya, tapi bukan yg terakhir, krn masih banyak daftar rasa syukur yg tidak kusebut satu2, syukurku adalah ketika aku dipertemukan oleh Tuhan, seiorang teman hidup yg, Subhanallah, sangat mengerti aku, sangat mendukungku, mature, dan sbgnya, dsb. Mas Hari, I miss you. Juga bersyukur untuk mertua dan saudara2 ipar yg sangat menyayangiku. Hmm… alhamdulillah.
Hmm, gak muna, jika namanya manusia, di perjalanan hidupnya menemui aral melintang. Bisa lewat apapun. Kdg lewat birokrasi, alam semesta, rejeki, atau juga teman. Seperti aku, hidupku pun tak lepas dari byk rintangan. Tapi aku tetap gak pernah berhenti say thank you for God. Jika ada yg sirik, ya gak pa2. Jika ada yg gak suka, ahh, wajar saja. Jika ada yg jahat, hmm… Hidup yg kujalani bukan "biar kelihatannya" aku bahagia, kuat, cantik, pinter, penuh kemewahan, banyak uang, banyak teman, punya popularitas, baik hati, kaya, seksi, care ke temen2, liberal, agnostik, pantang menyerah, paling dibutuhin, paling peduli, banyak proyek, punya cinta sejati, bersahaja, substantif mencintai, berprestasi, dsb, dsb. Hidup yg kujalani, ya seperti ini saja. Apa adanya. Tapi aku suka, dan tidak berhenti bersyukur. Dan bersyukur bukan sekedar untuk sesuatu yg kelihatannya mulus2 saja. Tapi, itu tentang gimana kita melihat hidup dan menjalani hidup kita. Itu saja. I love you Mi, Bah, Mas, dan Suamiku. I love you, God!